Sebuah kabar yang mengejutkan terjadi dalam lelang server yang pernah digunakan oleh situs Wikileaks. Kabar yang dilansir dari Softpedia tersebut mengungkapkan bahwa lelang server Wikileaks tersebut berhasil remaja berumur 17 tahun.

Pada pelelangan tersebut, server itu dipatok dengan harga awal sebesar 10.200 USD. Terdapat delapan pengajuan yang terjadi dan akhirnya dimenangkan oleh remaja 17 tahun tersebut dengan harga sebesar 33.000 USD. Usut punya usut, remaja tersebut ternyata menggunakan kartu kredit ayahnya untuk mengikuti pelelangan tersebut.
Sang ayah yang mengetahui kejadian itu pun sangat terkejut. Dia pun mengatakan bahwa anaknya sangat tergila-gila dengan hal-hal yang berbau konspirasi. Terlebih server tersebut pernah digunakan oleh Wikileaks untuk menyimpan data dokumen perang Iraq.
Namun seluruh data yang ada di server tersebut telah dihapus dan tak bisa dikembalikan lagi. Uang hasil pelelangan tersebut menurut rencana akan digunakan kepada dua lembaga yang memperjuangkan kebebasan berpendapat.

Remaja 17 Tahun Menangkan Lelang Server Wikileaks

Posted by : Wedding Event 0 Comments
Tag : ,

Semakin maraknya para remaja dan bahkan anak-anak dibawah umum menghisap lem, dikhawatirkan akan kecanduan dan sulit untuk dicegah. Untuk mengantisipasi agar kondisi tidak semakin mencemaskan, harus ada langkah konkrit yang dilakukan mulai dari orang tua dan bahkan pemerintah, demi menyelamatkan generasi muda sebagai pencandu lem. Berbagai upaya telah dilakukan, seperti warga yang berada dilingkungan Assalam Bagan Besar menghimbau, agar para remaja tidak mengelem, bukan itu saja akan tetapi telah sering dilakukan razia dan penggerebekan oleh aparat Polsek Bukit Kapur terhadap para kawanan remaja yang sedang ngelem, namun hingga saat ini sangat sulit diberantas.
Hal ini terbukti dengan maraknya para remaja yang ngelem rata-rata dibawah umur, tentu meresahkan para orang tua. Untuk menimalisir, maka kepada pedagang lem tidak menjual lem kepada anak-anak dibawah umur.
Kapolsek Bukit Kapur, AKP Afrizal Asri SIK saat ditemui dikantornya, Senin (19/8) mengatakan, hal ini sulit di proses karena pasal yang bisa menjerat ke hukum belum ada undang undang yang mengatur.
“Dibutuhkan peranan orang tua yang harus melakukan mendidik anaknya dan jika perlu lakukan sikap tegas terhadap anaknya, untuk upaya tidak menggunakan lem. Karena jelas akan merusak otak sarap anak kedepannya bahkan bisa membuat gila,” katanya.
Dalam hal ini perlunya pedagang untuk melihat dan membatasi setiap para komsumennya yang akan membeli lem,dan hal ini perlunya peran penting pedagang untuk tidak menjual lem pada kalangan anak anak.
Tingkat pemakaian lem pada kalangan anak anak dan remaja saat ini sudah tahap membahayakan sekali,hal ini perlunya pemerintah dan aparat hukum membuat peraturan tegas,agar bisa menjerat pemakaian lem ini kedepannya.(r)

Dumai: Marak Anak Dibawah Umur Ngelem, Pedagang Diminta Selektif

Posted by : Wedding Event 0 Comments
Tag : ,

Salah satu agenda menarik dalam perhelatan Festival Danau Toba (FDT) 2013 di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, adalah Lake Toba’s World Drum Festival. Festival ini digelar Selasa (10/9/2013) di Bukit Beta, Desa Tuktuk Siadong, Kecamatan Ambarita, Kabupaten Samosir, yang dikoordinasi Rizaldi Siagian.
Para peserta kegiatan ini bukan cuma dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Peserta dalam negeri di antaranya Pargonsi atau para pemusik gendang bermelodi yang ada di kawasan Danau Toba; Gendang Belek dari Lombok; Kuntulan dari Banyuwangi; Dol dari Bengkulu, Gandang Tasa dari Sumatera Barat; Balawan dari Bali ; dan Made Wiyanta dari Bali.
Peserta dari luar negeri di antaranya Saingwaing dari Myanmar; Badema dari Africa; Taiko dari Jepang; Michael dari Dalas Amerika; Jamal and Bridge Ensemble; dan Poolvalur Sriji.
Rizaldi Siagian di sela kegiatan menyebutkan, etnomusikologi dalam mempelajari ekspresi kebudayaan musikal suatu tradisi adalah teknik memainkan dan konstruksi instrumen musik dalam fungsi menyajikan atau menghasilkan produk musikal.
Kata dia, dalam tradisi memainkan gendang, umumnya alat musik ini berfungsi sebagai pengiring melodi atau lagu yang dimainkan oleh alat musik lain atau vokal melalui berbagai bentuk dan pola ritmis yang diciptakan. Namun, ada pula gendang yang fungsinya adalah memainkan melodi (membawa lagu) di dalam suatu komposisi musik. Gendang seperti ini disebut dengan drum chime (gendang pembawa melodi).
“Menurut catatan para ahli, sejauh ini tradisi gendang jenis ini hanya terdapat di tiga tempat, satu di Uganda (Afrika Timur) dengan nama entenga, sedangkan dua lagi berada di Asia Tenggara, yaitu di Myanmar dengan nama hsaing waing, dan di Indonesia, persisnya di tengah-tengah masyarakat Batak yang hidup di tepian Danau Toba,” jelas Rizaldi.
Yang menarik, lanjut Rizaldi, di kawasan Danau Toba variannya banyak dan masing-masing dipelihara oleh lima sub-etnik Batak (Toba, Simalungun, Pakpak/Dairi, Karo, dan Mandailing).

Gendang Batak, Salah Satu Alat Musik Terlangka di Dunia

Posted by : Wedding Event 0 Comments
Tag : ,
 
Ketua Institut Seni dan Budaya Sulawesi Utara (ISBSU), Benny J Mamoto yang didampingi Ketua Persatuan Insani Kolintang Nasional, Ani Rahmad Sudibyo mengatakan, alat musik tradisional Minahasa, kolintang telah didaftarkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Pendaftaran Kolintang ke UNESCO bercermin dari kasus pencaplokan sejumlah budaya dan seni oleh Malaysia, padahal itu adalah karya anak bangsa Indonesia. “Hal ini akan mematenkan kolintang sebagai warisan budaya Indonesia,” ujar Mamoto kepada wartawan di Manado, Senin (9/9).
Menurutnya, proses ini mencuat saat kegiatan pembukaan Festival Malesung 2013 di Sportmall Kelapa Gading Jakarta Utara, Jumat (6/9). Menariknya, penggagas rencana yang mendaftarkan kolintang sebagai warisan kebudayaan dunia adalah Ani Ahmad Sudibyo.
Dikatakan, Ani yang hadir bersama suaminya di Festival Malesung itu, secara gamblang mengatakan, bagaimana ia dan suaminya adalah pecinta musik kolintang. Tidak tanggung-tanggung, Ani bahkan menjadi Ketua Persatuan Insani Kolintang Nasional (Pingkan).
“Saat ini kami sedang berupaya mendaftarkan alat musik kolintang sebagai warisan budaya nasional dan warisan kebudayaan dunia di UNESCO. Surat pendaftaran telah kami masukkan ke Kemendikbud dan semoga bisa terus berproses sampai ditetapkan sebagai warisan kebudayaan dunia,” ujarnya.
Jika rencana ini berhasil, alat musik kolintang akan seperti batik, keris, angklung, dan wayang yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai warisan kebudayaan dunia oleh UNESCO.
Menurut Benny, yang juga Ketua Umum Festival Malesung 2013 menambahkan, pihaknya akan terus berupaya untuk mengembangkan kesenian musik kolintang.
Dirinya mengatakan, hal yang akan dilakukan dalam mengembangkan kesenian khas Minahasa adalah memberikan apresiasi pada pelaku kesenian. Dalam mengembangkan seni budaya, kata Deputi Penindakan Badan Narkotika Nasional (BNN) ini, hal yang penting adalah apresiasi.
“Akan menjadi kebanggaan yang besar bagi warga Minahasa dan Indonesia jika kolintang ditetapkan menjadi warisan budaya dunia oleh UNESCO,” tuturnya. (Novie Waladow)




Khawatir Dicuri Malaysia, Kolintang Didaftarkan di UNESCO

Posted by : Wedding Event 0 Comments
Tag : ,

Desa Mantar terletak di ketinggian 630 mdpl. Kurang dingin sih untuk bisa dibilang sebagai daerah puncak, tapi kabut tebal masih suka mampir disini. Rumah-rumahnya dibangun seragam dengan luas petak tanah yang sama sehingga terlihat rapi. Gak ada rumah yang lebih mewah daripada rumah yang lain, gak ada yang halamannya lebih luas daripada yang lain. Sama rata sama rasa.

Konon, nenek moyang warga Mantar adalah bangsa Portugis. Pada tahun 1814 kapal mereka terdampar di pesisir pantai di bawah bukit Mantar. Mereka yang selamat naik ke puncak bukit, dan sejak saat itu menetap disana. tradisi balap ayam yang sudah berlangsung turun-temurun sejak jaman leluhurnya.
Ayam -ayam dihias sedemikian rupa, hiasan itu namanya “JAMBO,” tanda kalo dia adalah ayam pembalap. Fungsinya untuk memasang “NOGA”, alat yang terbuat dari rotan berukuran 50-60 cm untuk menyatukan dua ekor ayam. Selain noga dan jambo, ada satu alat lagi yang dipake buat karapan ayam: “LUTAR.” Lutar ini terbuat dari rotan juga dengan ujung yang dibelah dan dikasih rumbai-rumbai dari plastik, fungsinya buat ngarahin arah lari si ayam.
Cara mainnya sederhana. Kedua ekor ayam yang udah pasti gak sepikiran itu digiring menuju garis finish yang sudah ditancepin sebuah patok kayu setinggi 20-30 cm, namanya “SAKA.” Noga, rotan penghubung kedua ayam itu, harus mengenai saka tersebut. Kalo gak kena, berarti kalah. Kejar-kejaran sama ayam ini yang lucu, kadang bisa sampe jungkir balik gara-gara kepeleset. Kasian sama ayamnya, dipaksa untuk seiring sejalan padahal mereka dua-duanya jantan.

Budaya Unik, Karapan Ayam di Desa Mantar Sumbawa

Posted by : Wedding Event 0 Comments
Tag : ,
Hujan deras yang turun terus menerus berlangsung hampir selama seminggu ini mengakibatkan banjir dan longsor beberapa hari yang lalu di sepanjang jalan Kutacane-Blangkejeren, Desa Kungke Kecamatan Putri Betung.


Menanggapi bencana alam banjir itu, Kapolres Gayo Lues AKBP Sofyan Tanjung, bersama sejumlah anggotanya memberikan bantuan kepada korban banjir bandang tersebut. Bantuan tersebut berupa, beras, mie instan, minyak goreng, telur dan bahan sembako lainnya.
Bantuan langsung diserahkan oleh Kapolres dan diterima langsung Camat Putri Betung, didampingi Gecik Desa Kungke M, Yusuf, serta disaksikan masyarakat Desa Kungke, Minggu (25/11). “ bantuan ini kiranya dapat dimanfaatkan dengan sebaiknya, paling tidak bisa meringankan beban korban didalam camp tempat pengungsian,” ujar Kapolres.
Ia mengatakan, menanggapi bencana alam banjir yang terjadi di wilayah hukum Polres Gayo Lues, ia telah memerintahkan seluruh jajaran personil Polres Gayo Lues, baik yang ada di Mapolres Gayo Lues maupun yang ada di Polsek untuk selalu siaga dan melakukan pengamanan di lokasi banjir serta membantu evakuasi warga dan harta benda.
Di ingatkannya, agar tetap waspada terhadap banjir susulan, serta berharap Pemerintah  Gayo Lues tetap memperhatikan para korban, agar mereka merasakan betul pentingnya uluran tangan dari pemerintah dan masyarakat.
Selanjut Kapolres berpesan, agar warga yang terkena musibah semoga tabah menerima segala cobaan yang datangnya dari Allah SWT. “ kita tidak tahu besok atau lusa musibah akan datang, kita hanya bisa do’a dan iktiar,” kata Kapolres.
Usai penyerahan bantuan, sejumlah personil Polres Gayo Lues bersama Koramil Putri Betung dan anggota Pramuka dari SMA Negeri Putri Betung membersihkan puing-puing material longsor yang tersisa di badan jalan serta di lokasi sekolah SD Negeri Kungke.

POLRES

Posted by : Wedding Event 0 Comments
Tag : ,
 Akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi yang dipancarkan kesegala arah berupa gelombang. Dan efeknya, dua Kabupaten luluh lantak di dataran Tinggi Gayo. Suasana mencekam tercipta.
Berangkat dari rasa kepedulian Kabupaten serumpun. Bupati Gayo Lues H.Ibnu Hasim, kamis (4/7)   lalu beserta seluruh rombongan, pagi pukul 9.00 WIB, berangkat menuju Takengen dan Bener Meriah. Belasan kenderaan roda empat beriringan menuju pusat gempa. Sekitar enam jam perjalanan dilalui untuk membuktikan rasa solidaritas terhadap sesama.
Posko terpadu menjadi target utama rombongan. Setiba dilokasi, H.Ibnu Hasim atas nama Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menyerahkan bantuan puluhan juta rupiah untuk korban tragedi bencana gempa bumi yang menghancurkan seluruh infrastrukur di kedua Kabupaten tersebut. Bantuan diberikan berbentuk uang tunai dan diserahkan ke posko terpadu Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Bukan pemerintah saja. Terpanggil dari rasa solidaritas, sekelompok Intelektual muda yang tergabung dalam barisan Mahasiswa Kabupaten Gayo Lues mencoba mengajak masyarakat pengguna jalan raya Kota Blangkejeren, tepatnya di depan pendopo Bupati untuk memberikan sumbangan ala kadarnya guna disalurkan kepada korban gempa bumi. Kelompok mahasiswa ini memanfaatkan persimpangan jalan sambil membawa kotak mie instant.
Selain itu, Ormas Islam Muhammadiyah yang terbagi di beberapa titik membentuk posko darurat di depan masjid Taqwa Kota Blangkejeren. Selain sandang pangan, uang sekitar 20-an juta rupiah akan disalurkan kepada korban gempa, hasil bantuan yang mereka kumpulkan dari berbagai kalangan.
Organisasi ini memampangkan fhoto-fhoto korban di papan informasi, tujuannya agar warga Kota Blangkejeren terenyuh melihat penderitaan yang dirasakan oleh korban gempa bumi tersebut, Seperti yang dirasakan oleh mantan Kadisduk Capil Bener Meriah, Fitra Gunawan (42) thn.
Fitra sedih melihat keadaan negerinya yang sudah hancur berantakan, “coba lihat desa serampah sudah tenggelam” ujarnya, jum’at (5/7) ketika dihubungi lewat handphone. Desa Serampah terletak di Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah, diperkirakan Desa tersebut amblas dengan kedalaman 100 meter.
Lain kesedihan yang dirasakan korban gempa bumi di Dataran Tinggi Gayo, lain pula kesedihan yang dirasakan Hamsani, aktivis LSM Gamuse. Hamsani sedih mendengar isu yang berkembang tentang ulah beberapa SKPK di Kabupaten Gayo Lues.

GEMPA

Posted by : Wedding Event 0 Comments
Tag : ,
►

- Copyright © 2013 Shingeki No Kyojin - Shingeki No Kyojin - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -