Seperti diketahui, Iran dan Rusia adalah sekutu utama rezim tangan besi Bashar al Asaad yang ketika konflik berkecamuk, terus merogoh kocek dan membuat Suriah meminta bantuan dana kepada dua sekutu terdekatnya ini.
null
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Chuck Hagel mengatakan bahwa Presiden AS, Barrach H Obama telah meminta Departemen Pertahanan menyediakan beberapa pilihan jika ia memutuskan untuk melancarkan serangan ke Suriah.
Chuck Hagel menerangkan bahwa Amerika mempersiapkan angkatan lautnya dalam mengantisipasi keputusan Presiden Barack Obama untuk mengerahkan aksi militer terhadap Suriah setelah jelas terlihat penggunaan senjata kimia .
Kepada para wartawan yang bersamanya dalam kunjungan ke Malaysia, hari Jumat Chuck Hagel, mengatakan, Obama telah meminta Departemen Pertahanan menyediakan beberapa pilihan jika ia memutuskan untuk melancarkan serangan terhadap pemerintahan Suriah.
Komentar Chuck Hagel datang setelah seorang pejabat pertahanan mengatakan Angkatan Laut Amerika akan memperluas kehadirannya di kawasan Mediterania dengan kapal perang keempat yang dipersenjatai dengan rudal jelajah.
Armada Keenam Amerika, dengan tanggung jawab di Mediterania, mempertahankan keberadaan kapal perang USS Mahan di wilayah itu dengan kapal-kapal lainnya, dan tidak membiarkannya kembali ke pelabuhan asalnya di Norfolk, Virginia.
Namun, para pejabat pertahanan Amerika mengatakan Angkatan Laut belum menerima perintah untuk mempersiapkan operasi militer terhadap pemerintah Assad.
Angela Kane, Pejabat Tinggi PBB untuk Urusan Pelucutan Senjata, tiba di Damaskus hari Sabtu untuk mendorong diberikan akses ke lokasi yang dicurigai terjadi serangan senjata kimia.
Iran Meradang
Sementara itu, Iran mengecam Amerika tentang kemungkinan intervensi militer terhadap Suriah. Iran juga memperingatkan setiap tindakan atau komentar provokatif bisa menyulut ketegangan di seluruh wilayah.
"Iran telah mengumumkan beberapa kali bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis Suriah, langkah-langkah dan gerakan provokatif dapat  membuat isu-isu regional lebih rumit dan menjadi bahan bakar ketegangan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dikutip AFP.
Araqchi menegaskan, masalah Suriah hanya bisa diselesaikan lewat solusi damai. Tak ada izin internasional untuk campur tangan militer terhadap Suriah.
ia juga menyatakan harapan bahwa pejabat Gedung Putih akan mengadopsi pendekatan yang bijaksana, dan memperingatkan bahwa langkah-langkah seperti mengirim kapal perang gagal untuk menyelesaikan krisis.
Hari Kamis, secara terang-terangan  Iran membeka pemerintahan Suriah dengan mengatakan tidak mungkin pemerintahan rezim Presiden Bashar Al-Assad melakukan serangan kimia.
"Pemerintah Suriah tidak mungkin berada di balik dugaan serangan yang menggunakan senjata kimia di pinggiran Kota Damaskus," ujar Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, seperti dikutip Reuters, Kamis (22/8/2013).
Seperti diketahui, Iran dan Rusia adalah sekutu utama rezim tangan besi Bashar al Asaad yang ketika konflik  berkecamuk, terus merogoh kocek dan membuat Suriah meminta bantuan dana kepada dua sekutu terdekatnya ini.
Bulan April, Gubernur Bank Sentral Suriah, Adeeb Mayaleh menyatakan pihaknya telah meminta bantuan dana kepada dua sekutunya. Meski begitu sebenarnya pemerintah masih memiliki cukup dana untuk membungkam para pejuang oposisi.
"Kami mengharapkan lebih banyak dukungan dari negara sahabat..ya, dukungan dana dari Iran dan Rusia serta negara sekutu lainnya," ucapnya.* 

Amerika Persiapkan Aksi Militer di Suriah, Iran Beri Kecaman

Posted by : Wedding Event 0 Comments
Tag : ,
Dia berharap, umat Islam sedunia bisa bangkit dari tidur panjang demi pembebasan Masjid al-Aqsha
null
-Hingga kini, bumi Palestina masih di bawah penindasan Zionis Israel. Pembunuhan demi pembunuhan terus terjadi. Namun, situasi di Suriah lebih parah lagi. Kaum Muslim Ahlus Sunnah ditindas sangat kejam oleh rezim Syiah.
Demikian disampaikan  Imam asal Palestina Syeikh Muhammad al-Ghul saat berbicara di depan jamaah Masjid ar-Riyadh, Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Ahad (04/08/2013).
"Di Gaza mereka (umat Islam) mendapat berbagai macam kepedihan; masjid dihancurkan, wanita jadi janda, tidak lebih dari 2 menit pembantaian 380 jiwa sahid. Tawanan 10 ribu orang, 400 wanita. Ada yang lahir di penjara, anaknya tidak boleh keluar. Bahkan ada yang sudah jadi tawanan sejak sebelum dilahirkan," ungkap Syeikh al-Ghul pada 400 jamaah yang hadir.
Adapun Suriah, kata dia, di sana terdapat berbagai macam kesulitan dan kepedihan yang tak tergambarkan.
"Para wanita diperkosa dan kehancuran-kehancuran yang lain. Jika kita ingin bertanya tentang berbagai kepedihan, maka negeri Suriah akan jadi jawaban," ujar imam yang masih berusia 23 tahun ini.
"Di sana terjadi peperangan antara kelompok orang-orang Syiah yang selalu menyakiti saudara-saudara (Sunni) kita di sana," imbuhnya.
"Akan tetapi, masih saja ada sebagian kaum Muslimin yang tidak tergerak dan menonton dari jauh," lanjutnya.
Penghafal al-Qur'an ini juga mengatakan, krisis Palestina-Suriah harus diketahui masyarakat publik. Dia berharap, umat Islam sedunia bisa bangkit dari tidur panjang demi pembebasan Masjid al-Aqsha.
"Bagaimana agar kita bisa bersama-sama berjihad. Bisa dengan jiwa kita, dengan anak-anak kita, dan dengan harta kita. Bentuk lain adalah dengan berdoa. Juga, memberikan pendidikan kepada anak-anak didik kita agar mencintai Masjidil Aqsha. Akan keutamaan yang ada di negeri Syam," tandasnya penuh semangat di masjid kompleks Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan itu.*

Muslim Palestina Tertindas, Sunni Suriah Lebih Tertindas

Posted by : Wedding Event 0 Comments
Tag : ,
Pelucutan tersebut merupakan serangan paling agresif terhadap kebebasan beragama di Mesir
null
Pemerintah sementara Mesir mencabut sertifikat khotbah milik puluhan ribu ulama, pekan ini. Pelucutan tersebut merupakan serangan paling agresif terhadap kebebasan beragama di Mesir sejak penggulingan Presiden Mohammad Mursy sepuluh pekan lalu.
Mohamed Mukhtar Jumaa, Menteri Wakaf yang mengurus masalah keislaman, Senin lalu mengumumkan 40 ribu ulama yang akan berkhotbah pada salat Jumat mesti mengajukan permohonan ulang untuk mendapat sertifikat.
Ulama yang tak mengantongi sertifikasi dari Universitas Al Azhar di Kairo tak diperbolehkan berkhotbah. Universitas yang sudah menjadi lembaga negara resmi itu adalah salah satu sekolah agama tertua sedunia, juga pusat pendidikan Islam beraliran Sunni.
Dengan langkah ini, pemerintah Mesir menempatkan Al Azhar yang moderat dan bebas politik sebagai penyetir dakwah keagamaan. Ini adalah bagian dari upaya agresif pemerintah dalam mengontrol pergerakan Ikhwanul Muslimin, kelompok yang menyokong kemenangan Mursy lebih dari setahun lalu. Ia diangkat sebagai Presiden melalui pemilihan secara bebas untuk pertama kalinya di Mesir.
Meski demikian, kebijakan dari pemerintah interim Mesir—yang disokong militer—menandai kemunduran tajam ke arah pengekangan religius. Pengekangan semacam ini merupakan salah satu ciri khas diktator militer yang bertahan berpuluh-puluh tahun di Mesir, sebelum revolusi tahun 2011 menggulingkan Presiden Mesir saat itu, Husni Mubarak.
Pemerintah Mesir juga telah melakukan sejumlah tindakan keras lain. Sebelumnya, pemerintah menangkap pendukung Mursy. Pemerintah interim juga memperbarui pemantauan khotbah di sejumlah masjid serta mempertimbangkan larangan keras bagi partai politik religius dan kelompok-kelompok lain, termasuk Ikhwanul Muslimin.
Pada saat yang sama, pemerintah Mesir melancarkan serangan militer di Semenanjung Sinai untuk menumpas ekstremis di kawasan itu. Selasa kemarin, pasukan tentara didukung helikopter tempur menyerang tempat yang diduga persembunyian milisi, kata seorang pejabat militer seperti dikutip Associated Press. Serangan menewaskan sembilan orang. Korban tewas bertambah sejak Sabtu menjadi 29 orang.
“Ini adalah upaya pemerintah untuk mendominasi sekaligus mengendalikan masjid. Tujuannya untuk mencegah penggunaan masjid sebagai tempat perekrutan dan mobilisasi kelompok Islam garis keras,” sahut Khalil Al Anani, pengamat politik Islam dan ilmuwan senior di Middle East Institute, Washington.
“Ini merupakan salah satu gelombang nasionalisasi, depolitisasi, dan pengawasan masjid terbesar sejak  kebijakan Jamal Abdul Nasser [Presiden kedua Mesir] pada 1950-an dan 1960-an,” ujarnya dikutip indo.wsj.com
Jumaa, menteri keislaman Mesir, menyebut aturan baru ini sebagai upaya “modernisasi” pengayaan keagamaan di Mesir sekaligus “membuat masjid penuh, bukan kosong.”
Sebelumnya, sekitar 55.000 da'i yang tidak memiliki izin akan dilarang berceramah di masjid-masjid Mesir, kata Kementerian Urusan Agama dan Wakaf hari Selasa (10/9/2013) dilansir Al-Arabiya.
Tindakan itu merupakan upaya terbaru yang dilakukan oleh pemerintah Mesir hasil kudeta dalam melumpuhkan para simpatisan pendukung mantan presiden Muhammad Mursy.*

Mesir Batalkan Izin Khotbah Puluhan Ribu Da'i

Posted by : Wedding Event 0 Comments
Tag : ,
Sesuai dengan perannya, sudah sudah menghimbau pemerintah dan panitia agar membatalkan acara Miss World
null
KH Ma'ruf Amin, Ketua Harian MUI Pusat
Hidayatullah.com--Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak ingin menanggung risiko dengan tetap terselenggaranya kontes kecantikan Miss World di Indonesia.
KH Ma'ruf Amin, Ketua Harian MUI Pusat mengatakan pihaknya telah melakukan perannya yakni memberikan pendapat, meminta, dan menghimbau agar Miss World tidak diselenggarakan di Indonesia.
"Selanjutnya kita serahkan kepada pemerintah. Masak MUI demo. Itu kan tidak pantas. Meski begitu kita prihatin," kata Kiai Ma'ruf kepada hidayatullah.com, disela-sela Rapat Kerja Nasional MUI 2013 di Twin Plaza Hotel Jakarta, Sabtu (14/09/2013) malam.
Jika himbauannya tidak didengar baik oleh pemerintah dan pihak panitia, maka MUI berlepas diri dari risiko atas penyelenggaraan Miss World.
"Artinya kita sudah menyampaikan, jika mereka (pemerintah dan pihak penyelenggara) tetap menyelenggarakan, risikonya ya ditanggung sendiri," jelasnya.*

MUI: "Tetap Selenggarakan Miss World, Silahkan Tanggung Risikonya"

Posted by : Wedding Event 0 Comments
Tag : ,
Kiai tidak punya kuasa. Bagaimana mau memaksakan? Yang memaksakan Miss World yang punya uang dan yang punya televisi!
null
Kiai: “Orang seperti saya tak punya kuasa, Yang memaksakan itu yang punya uang, yang punya televisi!"
Oleh: Dr. Adian Husaini
ALKISAH, di suatu waktu, di sebuah pondok pesantren, di pelosok Sukabumi, Jawa Barat, Kiai Marwan Syarifin tampak sedang terlibat dialog serius dengan seorang mantan santrinya.  Sangidi Riawan, sang mantan santri itu sengaja datang dari Jakarta menemui gurunya. Ia dilanda kegelisahan mendalam tentang situasi umat Islam akhir-akhir ini, terkait dengan isu Miss World. Di kampusnya, mahasiswa terbelah dua:  yang pro dan kontra terhadap penyelenggaraan kontes Miss World. Bahkan, di kalangan aktivis mahasiswa Islam, ada juga yang secara terbuka mendukung kontes Miss World.
Sangidi gelisah. Gurunya, Kiai Marwan, dilihatnya tergabung dalam demonstrasi menentang kontes Miss World. Di mata Sangidi, penyelenggara Miss World telah melakukan upaya mulia untuk kemajuan bangsa, karena telah mengubah konsep Miss World menjadi kontes tanpa bikini. Budaya dan pariwisata Indonesia pun diharapkan dapat makin meningkat.
Meski sempat mengenyam pendidikan pesantren, di bawah asuhan Kiai mumpuni pula,  pergaulan hidup dan informasi global telah mengubah pola pikirnya. Sangidi kini dikenal sebagai aktivis mahasiswa. Latar belakangnya sebagai lulusan pesantren terkenal pun menambah daya tarik tersendiri. Lidahnya fasih melafalkan berbagai hujjah, dilengkapi dengan hiasan istilah-istilah Inggris dan Arab.
Meskipun sangat tidak lazim bagi seorang santri untuk mmengkritisi pendapat atau tindakan Kiai, kali ini, Sangidi memaksakan diri bertanya dan jika  perlu mengkritisi pendapat-pendapat gurunya. Tekadnya sudah bulat untuk – jika mungkin – membawa gurunya itu ke kubu pendukung kontes Miss World. Sekurangnya, tidak aktif menentangnya.
“Pak Kiai, saya mohon dijelaskan, kenapa Pak Kiai ikut-ikutan demo menentang kontes Miss World?”  Sangidi memberanikan diri menggugat Kiainya. Jantungnya berdegup cukup kencang.
“Saya tidak ikut-ikutan, Sangidi! Saya sangat sadar dengan apa yang saya lakukan. Ini kewajiban kita sebagai Muslim,” jawab Kiai Marwan.
“Kewajiban yang mana, Pak Kiai?”  tanya Sangidi, sambil memandang wajah Kiainya.
“Harusnya sebagai lulusan pesantren kamu tahu. Ini kan kewajiban al-amaru bil-ma’ruf wal-nahyu ‘anil munkar.  Kita wajib menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran.  Itu salah satu pilar ajaran agama kita. Bahkan, kata Imam al-Ghazali, itu yang menentukan hidup matinya umat Islam.  Kata Nabi kita Shallallahu ‘alaihi Wassalam, siapa yang melihat kemungkaran, maka hendaknya ia berusaha mengubah dengan kekuatannya. Jika tidak mampu, dengan kata-kata atau pikirannya; dan jika tidak mampu juga, cukup dengan hati. Jadi, minimal, ingkar dan tidak ridho terhadap kemungkaran.  Kamu kan paham akan hadis Nabi itu, Sangidi!
Sangidi terdiam.  Ia tampak gelisah. Kiai Marwan seperti memahami kondisi pemikiran mantan santrinya itu.  Ia menduga, mantan santrinya telah menjadi korban propaganda jaringan pendukung Miss World. Dengan kekuatan uang, media massa, dan lobi-lobi politik yang dimilikinya,  panitia Miss World cukup mampu membangun citra mulia atas tindakannya di tengah masyarakat.  Karena itu, Kiai Marwan pun tak heran jika ada sebagian organisasi Islam bahkan oknum ulama yang berselingkuh mendukung kontes Miss World.
Sambil memandangi wajah dan gerak-gerik anggota tubuh Sangidi, Kiai Marwan mencoba membaca pemikiran salah satu santri yang dulu sempat dibanggakannya itu. Dibiarkannya saja Sangidi bergulat dengan pemikirannya, sampai Sangidi sendiri buka mulutnya.
 “Maaf Pak Kiai, apa yang Pak Kiai maksud dengan ‘mungkar’. Apa kontes Miss World ini termasuk mungkar? Dimana letak kemungkarannya?”  Sangidi buka mulut lagi.
“Ya, Sangidi! Justru kontes Miss World dan sejenisnya ini kemungkaran yang sangat canggih, terencana dengan rapi. Bahkan lebih parah lagi, kemungkaran ini dibungkus dengan propaganda hebat, sehingga tercitrakan sebagai sebuah kebaikan bagi bangsa kita. Bukan hanya kontesnya yang bermasalah, tapi mengkampanyekan, bahwa bentuk maksiat seperti itu adalah kebaikan bagi bangsa Indonesia yang mayoritas Muslim. Ibaratnya, melacur itu dosa; korupsi itu dosa. Tapi mengatakan bahwa melacur itu adalah amal sholeh. Itu lebih besar kejahatannya. Coba kamu baca tafsir QS at-Taubah ayat 31.”
“Saya masih belum mengerti jalan pikiran Pak Kiai. Bukankah mereka sudah tampil dengan sangat  sopan dan tidak melanggar etika dan norma budaya kita?” kata Sangidi lagi.
Kiai Marwan tersenyum simpul mendengar pertanyaan sang murid.  Sangidi pun menyela, “Mengapa Pak Kiai senyum-senyum?”
“Sangidi... Sangidi…!  Kamu itu santri cerdas, yang mestinya  sudah memahami masalah seperti ini. Mengapa kamu sampai termakan propaganda-propaganda dengan logika yang dangkal seperti itu? Harusnya kamu paham tentang kiat-kiat setan dalam menipu dan menyesatkan manusia, sebagaimana disebutkan dalam banyak ayat al-Quran.”
Sangidi masih terdiam. Wajah Kiai Marwan dipandanginya, diam-diam. Tetap saja wajah itu menyungging senyuman.
“Begini Sangidi…. Saya maklum, kamu bisa terjebak.  Ada juga pejabat yang kuliahnya di Timur Tengah pun ikut menyarankan agar peserta kontes Miss World  itu mengenakan kebaya. Ia tidak dengan tegas menolak kontesnya. Hanya bajunya yang dia persoalkan.”
“Bukankah itu saran yang bagus Pak Kiai?”
“Saran itu tidak cukup dan tidak mendasar. Yang mendasar pada masalah kontes Miss World ini adalah konsep dan cara pandang terhadap manusia dan martabatnya. Ini kontes tubuh manusia! Yang ikut kontes itu manusia; bukan anjing atau kucing. Kita orang Muslim punya cara pandang yang khas terhadap manusia. Seorang manusia disebut manusia karena akalnya, karena jiwanya. Kita memberikan nilai tinggi kepada manusia juga karena ketinggian iman, akhlak, dan amalnya. Kata Nabi saw: sebaik-baik manusia adalah yang memberikan kemanfaatan kepada manusia. Pada dasarnya, orang cantik, jelek, normal, cacat, itu kehendak Allah.  Itu bukan prestasi. Kecantikan itu anugerah dan sekaligus ujian dari Allah. Karena itu, tidak patut dilombakan! Jangan kamu buat, misalnya, kontes mulut termonyong, lomba bibir terlebar, dan sebagainya! ”
“Tapi, Pak Kiai, bukankah yang dinilai dalam Miss World bukan hanya kecantikannya, tapi juga kecerdasan dan perilakunya?”
“Ha… ha... ha… Sangidi… Sangidi…!  Cobalah pikir! Sederhana  saja! Di Indonesia ini, perempuan yang memiliki prestasi kecerdasan tinggi itu berjubel; ribuan jumlahnya. Mereka-mereka sudah mengharumkan nama bangsa di berbagai forum ilmiah internasional. Mereka melakukan riset-riset ilmiah dan sukses membuat temuan-temuan hebat di bidang ilmu pengetahuan. Prestasi intelektualnya jauh di atas perempuan yang terpilih jadi miss Indonesia itu!”
“Peserta Miss World ini juga harus punya proyek sosial, Pak Kiai, bukan kecantikan saja yang dinilai?” Sangidi masih berusaha meyakinkan gurunya.
“Itu juga bukan hal yang inti, Sangidi! Kalau mau cari perempuan Indonesia yang sangat mulia, yang berjasa besar kepada keluarga dan masyarakatnya, terlalu banyak di negeri ini. Bukan sekedar buat proyek insidental. Bukan sekedar show amal, tapi kehidupan mereka sehari-hari sudah bergelut dengan kerja-kerja mulia untuk kemanusiaan.”
Sangidi terdiam. Ia sebenarnya memahami logika Kiainya. Tapi ia belum bisa menerima logika itu sampai harus membatalkan Miss World di Indonesia. Sebab, faktanya, Miss World memang mendatangkan manfaat. Indonesia jadi lebih dikenal dunia. Peserta Miss World pun ikut mempromosikan budaya Indonesia. Jadi, kecantikan punya nilai tambah tersendiri. Cukup lama Sangidi merenung di depan Sang Kiai. Hatinya bergolak. Ia sudah terlanjur menulis dalam blog-nya, bahwa kontes Miss World di Indonesia kali ini benar-benar membawa manfaat bagi bangsa.
“Begini Pak Kiai…. Indonesia ini kan bukan negara Islam. Mengapa Pak Kiai selalu bawa-bawa Islam untuk menilai kontes Miss World? Ini kan masalah bangsa?”
“Siapa yang mengatakan Indonesia bukan negara Islam? Kalau bukan negara Islam, lalu Indonesia negara apa?  Apa negara kafir?  Kamu mikir,  Sangidi! Jangan hanya ikut-ikutan buat pernyataan seperti orang-orang yang kurang memahami sejarah bangsa kita!”
“Lho apa memangnya, Indonesia ini negara Islam, Pak Kiai?”
“Dengar baik-baik ya, Sangidi! Indonesia ini negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Dan sudah ditegaskan oleh para perumusnya, bahwa Tuhan Yang Maha Esa  itu adalah Allah Subhanahu Wata’ala, sebagaimana ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ketiga. Juga latar belakang rumusan Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah sebagai ganti dari tujuh kata yang dihapus dalam Piagam Jakarta. Ringkasnya, Indonesia ini Negara berdasar atas Tauhid, sebagaimana konsep Islam. Itu ditegaskan dalam Munas Alim Ulama NU tahun 1983 di Situbondo!”
“Tapi Pak Kiai, itu kan menurut Pak Kiai yang Islam. Bagaimana dengan warga Indonesia yang beragama lain?”
“Kamu itu orang Islam atau bukan!? Bukankah seharusnya kamu berpikiran semacam itu, sebagai orang Islam. Kalau soal orang non-Muslim, itu urusan mereka. Kita hormati cara berpikir mereka.”
“Ya benar. Hanya saja, Pak Kiai… kita ini kan warga Negara Indonesia yang plural, tidak bisa memaksakan nilai-nilai Islam kita kepada yang lain?”
“Yang memaksakan itu siapa?  Kita tidak memaksa siapa-siapa.”
“Itu buktinya, Kiai memaksakan kontes Miss World dibatalkan!”
“Penyelenggara yang memaksakan kontes munkar itu diadakan di Indonesia. Mereka tidak sensitif dengan aspirasi umat Islam Indonesia. Di Masa Pak Harto, mengirimkan wakil ke Miss-miss-an seperti itu saja dilarang. Apalagi jadi tuan rumahnya! Ini sangat keterlaluan, mentang-mentang punya uang dan media!  Acara ini juga sangat mudah memicu prasangka dan konflik bernuansa ras dan agama. Ini yang tidak kita kehendaki. Karena itu, jauh-jauh sebelum acara ini berlangsung, saya sudah mengingatkan penyelenggara, baik lewat tulisan atau pun lobi.  Jangan teruskan acara ini! Jangan merusak dan memecah belah bangsa kita dengan cara-cara yang akan memunculkan kontroversi. Karena itu, kami para pimpinan pesantren,  tidak tinggal diam! Itu makanya saya turun langsung berdemonstrasi memprotes acara Miss World ini!!!!!”  suara Kiai Marwan agak meninggi.
“Apa Pak Kiai mau memaksakan untuk dibatalkan, padahal pemerintah pun sudah melokalisasi acara ini di Bali!”
“Orang seperti saya ini tidak punya kuasa. Bagaimana mau memaksakan? Yang memaksakan itu yang punya uang, yang punya televisi, yang punya keberanian menantang Tuhan! Yang bertanggung jawab dunia akhirat itu ya Pak SBY dan para pejabat di bawahnya.  Saya hanya menyampaikan aspirasi sekuat tenaga dan pikiran. Terserah pemerintah dan panitia penyelenggara mau dengar atau tidak!”
“Maaf, Pak Kiai, apa tidak sebaiknya Pak Kiai menerima kenyataan, bahwa masyarakat kita sekarang sangat sulit menerima pemahaman seperti Pak Kiai ini. Pak Kiai akan dianggap makhluk aneh, karena pada umumnya manusia senang melihat tontonan yang melibatkan orang-orang cantik.  Bahkan, sekarang, artis-artis jauh lebih popular daripada ulama. Apa Pak Kiai tidak bisa berkompromi sedikit?”
“Kebenaran itu, Sangidi, tidak bisa dikompromikan.  Kita harus menyatakan yang haq itu haq, yang benar itu benar. Katakan saja, meskipun itu pahit; begitu pesan Nabi kita, Nabi Muhammad saw. Dan saya yakin, kebenaran itu pasti ada pendukungnya. Mungkin tidak banyak. Tapi, yang sedikit itu, jika serius, akan mampu memimpin yang banyak. Anak babi itu banyak; anak singa sedikit. Tapi, anak singa makan babi… he he he….”  Kiai Marwan tertawa lirih sambil senyum-senyum memandangi Sangidi yang mulai salah tingkah.
“Kamu kenapa sih Sangidi…. Kok kelihatan gelisah. Kamu kan tidak ada hubungan apa-apa dengan panitia Miss World?”
“Maaf… maaf… Pak Kiai, benar-benar saya minta maaf ya Pak Kiai…. Saya ke sini sebenarnya ada maksud membawa amanah dari seseorang yang meminta saya melunakkan pendapat Pak Kiai soal Miss World ini…”
“Ya, saya sudah menduga… tidak biasa-biasanya kamu datang ke sini, sejak lulus pesantren dua tahun lalu…saya menduga pasti kamu membawa misi sesuatu! Terus, … kamu sendiri bagaimana sikapmu terhadap kontes Miss World ini.”
 “Saya coba pikir-pikir Pak Kiai. Saya baru mendengar hujjah yang agak jelas tentang masalah ini.”
“Begini Sangidi, kuncinya ada di hatimu; kuncinya pada kejujuranmu. Apa kamu jujur?  Apa kamu jujur kalau kamu Muslim? Apa kamu jujur dengan ikrarmu, dengan syahadatmu; bahwa Allah itu Tuhanmu, bukan cukong penyandang danamu; bukan hawa nafsumu! Apa kamu masih jujur dengan ikrarmu. Apa kamu masih mengakui Nabi Muhammad saw itu suri tauladan dan idolamu; apa idolamu sudah berubah menjadi Che Guevara atau Hartawijaya?
“Ya Pak Kiai, saya jujur insyaAllah! Tapi, kan ini masalah bangsa Pak Kiai? Bukan sekedar masalah agama saja! Ada yang bilang, secara hukum positif di Indonesia, tidak ada yang dilanggar dalam kontes Miss World. Bagaimana itu Pak Kiai?”
“Saya tidak habis pikir, jika yang ngomong seperti itu orang Islam.  Di Indonesia ini, menurut hukum positif, berzina saja – asal suka sama suka dan sama-sama dewasa – tidak melanggar hukum positif. Apa lalu orang boleh berzina, karena tidak melanggar hukum positif? Cari pasal dalam KUHP, apa ada larangan masuk masjid dengan mengenakan bikini!!! Sudahlah Sangidi… kamu harusnya sering-sering silaturrahim ke sini. Kamu sudah terlalu banyak bergaul dengan orang-orag liberal, sampai pikiranmu mulai rusak; tidak bisa lagi membedakan mana yang salah dan mana yang benar.  Hati-hati, kamu sepertinya sudah mulai terbuai dengan pujian dan sedikit popularitas yang kamu nikmati sekarang!”
Sangidi terdiam. Ia tak sanggup lagi menatap wajah gurunya. Kata-kata Kiai Marwan seperti menyayat-nyayat perasaannya. “Doakan saya Pak Kiai, semoga saya masih bisa istiqamah!”
“Saya selalu mendoakan. Tapi, kamu sendiri harus punya niat untuk tidak sesat!”
“Baik, Pak Kiai… saya mohon ijin untuk pamit,”  Sangidi mengakhiri ucapannya.
“Ya, jaga diri. Ingat orang tuamu, berharap kamu jadi anak shalih!”
Sejurus kemudian, sebuah sedan hitam metalik, membawa Sangidi meninggalkan pesantren.*/Depok, 16 September 2013

Dialog Kiai dan Sangidi tentang Miss World

Posted by : Wedding Event 0 Comments
Tag : ,
Menjelang dihentikannya dukungan terhadap Windows XP yang bakal direalisasikan pada tanggal 8 April 2014 mendatang, Microsoft tampaknya selalu menggunakan setiap kesempatan yang ada untuk mensosialisasikan dan mengingatkan semua orang untuk segera meninggalkan sistem operasi yang telah eksis selama 11 tahunan tersebut.

Tami Reller yang menjabat sebagai Executive vice President of Microsoft’s Marketing Group, yang kala itu tampil sebagai salah satu pembicara pada sebuah acara Intel Developer Forum 2013 di San Francisco, menegaskan kalau Windows XP nantinya tidak lagi menjadi platform yang aman dan rentang terhadap berbagai serangan.
Menyadari hal itu, dia juga menekankan tentang betapa pentingnya semua orang mulai sekarang untuk membiasakan diri untuk tidak tergantung pada Windows XP lagi dan bahkan mulai memikirkan untuk segera beralih ke Windows lain yang lebih baru. Selain itu, dia juga mengklaim kalau Windows 8 saat inilah adalah platform yang paling aman yang pernah diluncurkan oleh Microsoft.
Di sisi lain, Brandon LeBlanc yang menjabat sebagai Senior Marketing Communications Manager of Microsoft’s Marketing Group juga mengungkapkan tentang betapa konsen dan intensif pihaknya dalam mendorong khalayak bisnis dan konsumen untuk mau mempercepat beralih ke windows lain yang lebih baru dengan mempertimbangkan segala aspek dan faktor yang kemungkinan muncul saat proses migrasi berlangsung.
Windows XP saat ini masih dipergunakan oleh lebih dari 33 persen komputer di seluruh dunia, menurut data Net Applications. Sementara itu, Microsoft tampaknya telah memperkirakan pangsa pasar Windows XP nantinya bakal segera menurun menjadi sekitar 10 persen menjelang bulan April 2014 yang akan datang.

Microsoft Mulai Giat Sosialisasikan Penghentian Dukungan Windows XP

Posted by : Wedding Event 0 Comments
Tag : ,
Bagi pemilik PlayStation 3 di Eropa yang membeli video game Grand Theft Auto 5 terbaru melalui PlayStation Store kabarnya bisa memuat (pre-loading) salinan digital game-nya terhitung mulai tanggal 15 September mendatang, sedangkan 1 hari berselang atau tepatnya tanggal 16 September-nya barulah giliran bagi mereka yang ada di kawasan Amerika Utara.

Grand Theft Auto 5 atau yang dikenal dengan GTA 5 adalah permainan yang paling diantisipasi dan ditunggu-tunggu kehadirannya pada tahun ini. Berkat kemitraan yang terjalin apik antara Rockstar dan Sony, pemilik PS3 bisa memungkinkan pemesanan (pre-order) game tersebut melalui PlayStation Store dan menerima salinan digitalnya.
Dan bahkan agar semuanya lebih mudah, pemuatan (pre-load) game GTA 5 tersebut akan tersedia langsung melalui PlayStation Store di seluruh kawasan Eropa dan Amerika Utara di hari-hari berikutnya.
Menurut pesan Twitter dari Rockstar, pemilik GTA 5 dapat mulai men-download salinan file game-nya lebih awal pada hari Minggu tanggal 15 September 2013 pukul 03:00 GMT untuk seluruh kawasan Eropa, sedangkan pelanggan di seluruh kawasan Amerika Utara bisa mulai mendapatkannya pada hari Senin tanggal 16 September 2013 pukul 03:00 EST.

Salinan Game Grand Theft Auto 5 Untuk PS3 Yang Dibeli Via PSN Bisa Dimuat Secara Online Mulai 15 September

Posted by : Wedding Event 1 Comment
Tag : ,
►

- Copyright © 2013 Shingeki No Kyojin - Shingeki No Kyojin - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -